Ragam Tulisan

Jumat, 02 Desember 2011

KIAT SUKSES UJIAN PERGURUAN TINGGI


KIAT SUKSES UJIAN PERGURUAN TINGGI

Surabaya, 02 Desember 2011
            
  Sebagai mahasiswa kita pasti pernah mengalami perjuangan untuk menghadapi ujian masuk ke perguruan tinggi yang kita inginkan. Ujian tersebut merupakan sebuah syarat untuk memasuki gerbang dunia perkuliahan yang tentunya diharapkan ketika kita lulus dari sana akan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai orang yang berpendidikan.
Seorang intelek tentu saja tidak dapat melepaskan diri dari proses belajar. Proses ini tentu sangat berpengaruh terhadap kompetensi kita dalam kehiduan nyata khususnya di dunia nyata. Sayangnya proses belajar ini hanya dilakukan sebagai ritual mencari ilmu belaka. Ilmu akan berguna apabila diterapkan atau diamalkan. Ilmu juga dapat diamalkan apabila si empunya ilmu mengetahui kompetensi yang dia miliki dan mengenali medan yang akan dia arungi. Berikut ini adalah beberapa kiat khusus agar anda mempunyai peluang lebih baik dalam masuk ke perguruan tinggi:

  1. KENALI DALAMNYA SUNGAI
Apabila kita disuruh untuk menyebrangi sebuah sungai. Maka agar kita bisa selamat saat menyebranginya, kita perlu untuk mengetahui kondisi sungai tersebut. Seperti mengetahui kedalaman sungai, hewan yang hidup disana, derasnya arus dan lain-lain.
Begitu juga dalam memasuki dunia perguruan tinggi. Misalnya anda akan masuk ke ITS, maka sebelum menentukan diri untuk masuk ke ITS, sebaiknya anda mengenali dulu apakah ITS itu, bagaimana sistem perkuliahannya hingga akan menjadi apa anda saat lulus ITS nanti. Singkat kata, semakin banyak informasi yang kita dapatkan, maka semakin kita percaya diri dalam menyebrangi sungai tersebut
.
  1. KENALI POTENSI DIRI
Di dalam setiap diri manusia pasti telah diberikan anugerah berupa kelebihan masing-masing dalam menjalani kehidupan khususnya dalam proses belajar. Bagi yang pernah menjalani tes psikotes, pasti pernah diberitahu seperti apa karakteristik anda berdasarkan modal yang anda miliki. Berdasarkan jenisnya, anugerah tersebut dibagi menjadi :
  1. Minat
Minat adalah sebuah perhatian lebih, atau kecenderungan seseorang dalam melakukan sesuatu yang dia sukai. Misalnya ada orang yang mempunyai minat dalam olahraga, atau sains, dsb. Namun yang lebih dominan adalah kemauan seseorang dalam mengerjakan sesuatu.
  1. Bakat
Bakat merupakan kemampuan dasar seseorang. Kemampuan ini memang sudah ada dalam diri seseorang. Karena bakat merupakan sesuatu yang unik, maka pasti setiap orang mempunyai bakatnya masing-masing dan seyogyanya harus terus diasah dan dimanfaatkan dalam meraih kesuksesan.
  1. Kemampuan
Kemampuan merupakan sebuah tingkatan usaha seseorang. Namun kemampuan akan selalu dapat ditingkatkan dengan cara melatihnya. Semakin banyak berlatih dan belajar, maka kemampuan akan semakin meningkat.
Dari ketiga potensi di atas, kemampuan merupakan faktor terpenting dalam meraih kesuksesan. Seseorang yang hanya mengandalkan minat dan bakatnya saja tanpa mengandalkan kemampuan maka mustahil kesuksesan akan menghampirinya.

  1. PERSIAPKAN OPTIMAL MENUJU UJIAN
Ketiga anda menghadapi sebuah ujian misalnya dalam SNM-PTN, pasti anda akan menghadapi banyak pesaing. Bisa dibayangkan beribu-ribu orang berkompetisi untuk bisa masuk ke perguruan tingi yang diidam-idamkannya. Sayangnya, semua kompetensi yang anda miliki ditentukan hanya beberapa hari dalam sebuah ujian masuk SNM-PTN. Sehingga walaupun anda telah berusaha keras belajar setiap hari, namun perhatian lebih harus anda berikan pada saat-saat ujian sebagai penentu keberhasilan anda masuk ke perguruan tinggi. Berikut adalah kiat-kiatnya :
  1. Persiapkan kondisi fisik dan mental anda dengan cukup istirahat pada malam sebelum ujian.
  2. Jangan ada begadang karena Sistem Kebut Semalam karena hal intu hanya akan membuat anda resah
  3. Persiapkanlah semua peralatan yang akan anda pergunakan saat ujian pada malam sebelumnya. Seperti pensil 2b, penghapus karet, dll. Jangan sampai ada yang ketinggalan
  4. Sebaiknya anda mengecek terlebih dahulu lokasi ujian anda pada hari sebelum ujian. Jangan sampai pada hari ujian anda sibuk mencari-cari lokasi dimana anda akan melaksanakan ujian.
  5. Isi terlebih dahulu identitas anda sebelum mengerjakan soal
  6. Kerjakan soal dengan tenang dan dahulukan untuk mengerjakan soal yang lebih mudah

  1. DO’A ADALAH PENYEMPURNA USAHA
Terakhir namun bukan terendah. Kita harus menyadari bahwa semua yang kita lakukan tidak terlepas dari kuasa Tuhan. Oleh karena itu, perbanyaklah berdo’a mengharapkan yang terbaik. Berdo’a diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian dan diberikan kemudahan dalam menjawab soal serta diberikan hasil yang terbaik. Sehingga anda akan tetap berbesar hati walaupun anda belum diterima di perguruan tinggi yang anda inginkan walaupun telah berusaha maksimal. Hikmahnya, Tuhan pasti telah mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk anda.

Demikian beberapa kiat dari saya agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi proses ujian. Satu hal yang ingin saya sampaikan, kiat-kiat ini tidak dapat memastikan anda untuk sukses dalam ujian, namun setidaknya dengan persiapan matang dan strategi yang baik akan meningkatkan peluang anda dalam keberhasilan ujian. Semoga bermanfaat..

Resensi Buku : Madre



Detail Buku :
1
Judul
:
Madre
2
Pengarang
:
Dee/ Dewi Lestari
3
Tahun
:
2011
4
Penerbit
:
PT Bentang Pustaka
5
Editor
:
Sitok Srengenge

Sebuah buku berupa kumpulan antologi karya Dee atau lebih dikenal dengan nama Dewi Lestari yang melejit namanya melalui nove Supernova : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh. Buku ini terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek yang merupakan karya selama lima tahun terakhir yang berasal dari berbagai macam penjelajahan dalam benak penulis yang berfusi dengan beragam lamunan. Dalam buku ini sang penulis menawarkan berbagai macam tema : perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antar ibu dan janinnya, kegalauan antara persahabatan dan cinta hingga tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.
Salah satu karyanya yang ada di buku ini berjudul Madre, sebuah kisah yang menceritakan seorang muda bernama Tansen Wuisan yang nasibnya berubah hanya dalam satu hari. Bagaimana tidak, nasibnya berubah drastis setelah mengetahui bahwa dirinya merupakan keturunan Tionghoa bukan Manado seperti yang dia ketahui selama ini. Silsilah keluarganya ini berasal dari kakek etnis Tionghoa yang tidak dia kenal dan nenek keturunan India yang ternyata tukang roti. Selain itu, kakeknya mewariskan kepada Tansen anggota keluarga yang tidak dia kenal berupa adonan biang roti bernama Madre.
Sungguh merupakan peristiwa yang amat mengejutkan bagi seorang muda yang bebas seperti Tansen harus diamanati sebuah adonan roti biang dan beberapa karyawan tua yang menunggu aksinya dalam menghidupkan kembali toko roti kuno yang sedang mati suri.
Tansen dihadapkan pada sebuah dilema antara melanjutkan kembali kebebasannya sebagai anak muda atau bertanggung jawab memikirkan kelanjutan dari sebuah toko roti kuno. Apalagi seorang pengusaha roti bernama Mei yang memberikan penawaran yang menggiurkan untuk membeli adonan biang roti “Madre”.
Melihat toko roti ini mempunyai kehangatan layaknya keluarga, bukan sebuah hubungan antara pegawai tua yang terdiri dari Pak Hadi, ibu Sum, ibu Dedeh, ibu Cory dan Pak Joko dan tentu saja Madre (adonan biang roti) yang diperlakukan layaknya manusia bukan sekedar benda mati. Akhirnya Tansen memutuskan untuk menghidupkan kembali toko roti kuno ini.
Dengan kreativitas dan inovasi seperti strategi pemasaran yang lebih modern, Tansen berupaya menghidupkan kembali toko roti-nya dibantu dengan kepiawaian pegawai berpengalaman yang cekatan dalam membuat roti walaupun sudah tidak muda lagi. Kemudian melalui kerjasama yang dibangun bersama Mei, Tansen akhirnya berhasil mengembangkan usaha toko rotinya menjadi lebih maju dari sebelumnya membuat keluarga toko roti ini bahagia.
Akhirnya lewat sentilan dan sentuhan khan seorang Dee, Madre tidak hanya sekedar menceritakan perjuangan tokoh fiktif demi membangkitkan kembali sebuah toko roti yang mati suri. Karakter-karakternya merupakan representasi dari keberadaan suku, budaya, kelas soial, gaya hidup dan sebagainya yang saling bahu-membahu bekerjasama demi kesejahteraan mereka. Harmoni dalam Madre merupakan ciri dari Indonesia yang ideal. Dengan menghargai keragaman serta menghormati perbedaan dapat menjadi sebuah modal yang amat berharga dalam upaya mewujudkan kehidupan yang kaya, indah dan harmonis. Dalam buku ini juga ditekankan mengenai pentingnya kreativitas dan kerjasama, karena dengan itu semua maka sebuah bangsa akan lebih lama untuk dikenang dan dihormati.
Melalui Madre ini, Dee telah berhasil membuat karya-karyanya selalu istimewa dan membuktikan kematangannya sebagai salah satu penulis perempuan terbaik di Indonesia.

Senin, 21 November 2011

HARU BIRU FINAL SEAGAMES 26


 Jakarta, 21 Nopember 2011
Suasana haru menyelimuti seluruh Gelora Bung Karno bahkan masyarakat Indonesia tadi malam. Hal ini disebabkan oleh kekalahan secara menyakitkan Timnas U-23 Indonesia oleh timnas Malaysia pada ajang Final SeaGames 26 lewat cara adu penalti. Sebenarnya suasana kemeriahan di Gelora Bung Karno sudah mulai terasa saat pendukung merah suporter sang Garuda Muda ini mulai memenuhi area stadion untuk menyaksikan timnas kesayangan mereka berlaga di ajang Final SeaGames 26. Namun semua itu berubah ketika Final SeaGames ke 26 cabang olahraga Sepakbola penuh gengsi antara kesebelasan Malaysia dengan Indonesia tadi malam akhirnya dimenangkan oleh kesebelasan Malaysia dengan cara dramatis yaitu adu penalti.
Saat kick-off babak pertama dimulai, kesebelasan Indonesia tampil agresif dan terus menekan pertahanan Malaysia melalui kedua pemain sayap yaitu Okto dan Andik yang mempunyai pergerakan cepat. Akhirnya pada menit ke-6, pemain belakang Indonesia Gunawan Dwi S berhasil menyarangkan bola ke gawang Malaysia yang dijaga oleh M Fahmi setelah menanduk umpan tendangan penjuru dari Oktovianus Maniani.
Tertinggal 1-0, membuat tim berjuluk Harimau Malay ini meningkatkan tempo permainan dan balas menyerang pertahanan timnas Indonesia untuk mengejar ketinggalan mereka. Beberapa umpan akurat yang dilepaskan oleh Badrool sang kapten belum berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh para stiker timnas Malaysia.Namun petaka datang di menit ke-35 tatkala timnas Indonesia melakukan kesalahan sehingga bola berhasil dicuri pemain Malaysia lalu melepaskan umpan dari sayap kiri pertahanan Indonesia dan disundul secara sempurna oleh striker Malaysia sehingga robeklah jaring timnas Indonesia yang dijaga oleh Kurnia Meiga dan mengubah skor menjadi 1-1.
Sepanjang 2x45 menit memang praktis tidak ada lagi serangan-serangan Indonesia yang berarti. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penguasaan bola lebih banyak dilakukan oleh Malaysia. Faktor kelelahan tampaknya menjadi salah satu penyebab kurang baiknya permainan timnas kita. Apalagi jika kita melihat pertandingan melawan Vietnam pada hari sabtu lalu yang memang sangat menguras tenaga timnas Indonesia yang hanya diberikan waktu istirahat selama satu hari.
 Perpanjangan waktu 2x15 menit pun tidak banyak mengubah keadaan, faktor kelelahan jelas mempengaruhi konsentrasi Egy dan kawan-kawan. Kesalahan antisipasi bola dan mengumpan yang tidak akurat hanya sekedar menambah gemas jutaan penonton yang galau menyaksikan pertandingan final penuh gengsi ini.
Akhirnya adu penalti pun harus dilakukan untuk menentukan siapa pemenang dari pertandingan ini. Pelatih Indonesia Rahmad Dharmawan telah menunjuk lima algojo untuk melakukan tendangan penalti. Mereka adalah Titus Bonai, Gunawan DS, Abd. Rahman, Egy Melgiansyah, dan Ferdinand Sinaga. Sayang dikata, dari lima algojo Indonesia hanya berhasil menjebol gawang Malaysia sebanyak tiga kali dan impian Indonesia untuk merebut medali emas sejak tahun 1991 ini pupus ketika penendang terakhir Malaysia berhasil mengoyak jaring Kurnia Meiga dan memastikan Malaysia sebagai perih medali emas cabang olahraga bergengsi ini.
Sang pelatih Rahmad Dharmawan mengatakan bahwa dalam adu penalti bukan hanya faktor skill yang menentukan, namun juga faktor mental. Kita mungkin bisa membayangkan bagaimana ketegangan yang dirasakan saat kita menonton pertandingan penting ini. Apalagi jika kita yang melakukan tendangan penalti. Namun, sang pelatih mengucapkan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi harapan masyarakat Indonesia untuk merebut medali emas.
Akhirnya, walaupun Indonesia gagal meraih medali emas cabang sepakbola namun Indonesia dipastikan menjadi juara Umum SeaGames dengan menorehkan lebih dari 171 emas, 147 perak, dan 136 perunggu. Dan walaupun kali ini kita kalah, namun semoga ini menjadi awal kebangkitan persepakbolaan nasional untuk dapat terus membina potensi muda agar Sang Garuda dapat mengembangkan sayapnya di ajang kompetisi yang lebih tinggi.

MENGANTRI TIKET KERETA API DI STASIUN GUBENG


Surabaya, 21 Nopember 2011
 Sebagai mana kita ketahui, bahwa kereta api merupakan salah satu tulang punggung transportasi darat khususnya di pulau Jawa. Jasa angkutan yang dikelola secara tunggal oleh PT. Kereta Api Indonesia ini memang sering menjadi sorotan masyarakat terutama terhadap pelayanan yang masih kurang memuaskan bagi para pengguna kereta api.
Sebagai contoh, saya mengalaminya sendiri saat mengantri tiket di Stasiun Surabaya-Gubeng. Rencananya saya ingin membeli tiket untuk berangkat ke Jakarta pada tanggal 25 Nopember 2011. Ketika itu saya tiba di Stasiun Gubeng pada pukul 16. 00 waktu setempat dan langsung menuju ruang reservasi tiket. Namun saya terkaget tatkala saya memasuki ruangan tersebut, ternya sudah ada puluhan orang yang ramai mengantri tiket kereta api. Saya cukup heran mengapa begitu banyak calon penumpang yang mengantri padahal sebenarnya ini bukanlah musim mudik.
Setelah ditanyakan, peningkatan jumlah pengguna jasa kereta api ini disebabkan oleh peningkatan arus penumpang karena memang pada musim lebaran haji atau bulan haji banyak masyarakat yang menyelenggarakan pesta dan syukuran baik itu pernikahan, khitanan ataupun mereka yang baru pulang dari tanah suci. Bahkan, volume penumpang kereta api yang tinggi ini diprediksi akan terus terjadi hingga akhir tahun. Selain itu perubahan sistem reservasi tiket kereta api yang dilakukan oleh PT KAI selaku pengelola jasa kereta api yang mengakibatkan terjadinya beberapa gangguan komunikasi ikut menambah lamanya waktu mengantri tiket.
Antrian panjang para calon penumpang yang akan memesan tiket di stasiun Surabaya-Gubeng ini rata-rata adalah calon penumpang yang akan membeli tiket kereta api khususnya jurusan Surabaya ke Jakarta, Yogyakarta atau Bandung. Anehnya, dengan antrian sepanjang ini loket pemesanan tiket hanya dilayani oleh dua orang petugas. Tentu saja antrian panjang yang tidak dapat terhindarkan lagi dan calon penumpang harus rela untuk menunggu hingga gilirannya dapat dilayani akan semakin menambah kegalauan para calon penumpang. Selain pelayanan yang lama dari pihak Kereta Api, keterbatasan armada yang disiapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia juga mengakibatkan kereta api yang akan dipesan oleh calon penumpang sudah habis. Kontan saja ini menambah kekecewaan penumpang yang telah lama mengantri namun tidak berhasil mendapatkan tiket sesuai dengan yang mereka harapkan. Bahkan beberapa calon penumpang memprotes keras pelayanan buruk yang diberikan oleh PT. Kereta Api Indonesia selama ini.
Sebagai contoh misalnya saya bermaksud untuk memesan tiket kereta api Gumarang jurusan Surabaya, Pasar Turi tujuan Jakarta Kota untuk tanggal 25 Nopember 2011. Namun tiket penumpang kereta api Gumarang tersebut telah habis terjual hinggal tanggal 27 Nopember 2011. Sehingga untuk dapat mencapai Jakarta, saya harus ke Yogyakarta dahulu, baru dilanjutkan dengan menggunakan kereta api Fajar Utama yang berangkat dari Stasiun Tugu-Yogyakarta menuju Jakarta. Dan saya berhasil mendapatkan tiket ini setelah bersabar untuk mengantri selama1,5 jam.
Akhirnya, dari pengalaman ini saya sangat berharap bahkan mungkin para pengguna jasa kereta apai lainnya agar PT Kereta Api Indonesia selaku pengelola tunggal jasa angkutan perkeretaapian dapat lebih meningkatkan pelayanannya kepada pengguna jasa ini, mengingat komitmen PT. Kereta Api Indonesia yang telah mengubah logo perusahannya beberapa waktu lalu. Sehingga perubahan logo ini tidak hanya perubahan simbolis semata, namun lebih bermakna pada peningkatan kualitas layanan perkeretaapian.
gambar : www.google.co.id

Minggu, 20 November 2011

AKU PRESIDEN INDONESIA

Surabaya, 15 Nopember 2011
 Kalau membicarakan pemimpin, pikiranku langsung menuju ke hal-hal yang negatif. Banyak banget pemimpin negeri ini menunjukkan kepemimpinan yang gak baik. Berapa banyak coba pemimpin-pemimpin daerah yang udah kena kasus korupsi dan dipenjara walopun gak sedikit juga yang bebas. Mereka tuh bukannya mikirin kesejahteraan rakyatnya tapi malah menghitung kembali berapa modal yang udah dikeluarkan dan harus bisa kembali dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Soal kesejahteraan rakyat dipikirin belakangan, kesejahteraan dia dulu yang harus diutamakan. Apalagi kalau udah bermain dengan lawan politiknya, maka politik yang kotor dan curang pun dimainkannya asal dia selamat. Sampai ada anekdot, “Kalau tak curang mana bisa menang, kalau tak ingkar janji mana mungkin bisa berpolitik, dan kalau tak korup mana mungkin bisa hidup senang”.
Membicarakan pemimpin juga mengingatkanku dengan Presiden. Aku membayangkan kalo Presiden adalah sosok yang sangat berpengaruh di negeri ini. Dia punya mobil dinas dan sekumpulan pengawal pribadi, tinggal di istana negara dan punya pesawat kenegaraan yang siap mengantar sang empunya kemana saja. Segala fasilitas yang didapatkan dengan menjadi orang nomor satu di negeri ini membuatku ngiler jadi Presiden. Walaupun semua fasilitas kelas wahid tersedia buat sang Presiden, tetapi semua itu harus bisa dipertanggungjawabkan. Menjadi seorang Presiden artinya harus siap untuk berdedikasi secara penuh kepada negara. Mempimpin negara bukanlah suatu tugas yang mudah dan hanya orang hebat, luar biasa serta disegani banyak orang yang bisa melakukannya. Apalagi menjalankan tugas kepresidenan di negeri ini. Terlalu banyak masalah yang harus ditata dan diselesaikan mulai dari masalah ekonomi, kesatuan bangsa, keamanan dan masalah-masalah lainnya yang membuat kepala aku pusing tujuh keliling.
Mimpi memang jika aku yang baru jadi mahasiwa ini kemudian ditawari untuk jadi Presiden. Namun, namanya juga mimpi, tak apalah sedikit berandai-andai... Jika aku menjadi Presiden Indonesia, maka langkah yang kulakukan bukan sekedar retorika belaka seperti program-program meningkatkan kesejahteraan rakyat, memerangi korupsi, menegakkan keadilan, pendidikan murah, perlindungan tenaga kerja, berobat gratis, subsidi pupuk untuk petani dan lain-lainnya. Namun yang akan aku lakukan adalah menjadikan bangsa ini negara yang lebih gaya, maju, keren, dan punya harga diri yang lebih tinggi. Cara-caranya adalah dengan meniru langkah-langkah yang telah dilakukan oleh beberapa negara lain, seperti:

  1.  Etos Kerja Negara Jepang
Yang akan kita tiru dari Jepang bukanlah punya bintang-bintang JAV yang laku keras di Indonesia seperti Maria Ozawa, Sara Aori atau Rin Sakuragi (yang senyum-senyum berarti punya koleksinya..). Yang harus ditiru dari negara ini adalah semangat etos kerja yang tinggi dari para warga negaranya. Jepang hanya butuh waktu singkat untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi kekuatan ekonomi dunia papan atas. Lihat saja bangkitnya mereka dari kekalahan Perang Dunia II, krisis global 2008 bahkan bencana tsunami di awal tahun. Seharusnya kita juga pasti bisa seperti mereka.

  2.  Nasionalisasi BUMN seperti di Venezuela
Yang senang mengikuti perkembangan kontes Miss Universe pasti tahu negara Venezuela. Harus kita akui kalau negara ini adalah produsennya cewek-cewek cantik bak bidadari mulai dari peserta kontes kecantikan sampai jadi model majalah Playboy. Namun yang harus kita tiru adalah keberanian presidennya Hugo Chavez untuk merevisi kontrak dengan para investor asing dan menasionalisasikan semua perusahaan yang berdampak pada hajat hidup orang banyak. Gak seperti di Indonesia yang masih banyak ketakutan akan kehilangan investor asing padahal itu hanyalah omong kosong dan lobi politik yang sarat muatan kepentingan seseorang atau golongan.

  3.  Produktivitas Negara China
Barang apa sih yang gak dibuat di China??? Hampir semua barang pasti bertuliskan “Made in China”. Negara yang berpenduduk 2 milyar jiwa ini memang punya banyak pabrik yang memproduksi berbagai macam barang. Mulai dari pabrik jarum pentul sampai telpon pintar, semua dibuat di negeri berjulukan Tirai Bambu ini. Karena hampir semua barang di dunia ini dibuat di China, sampai-sampai ada anekdot, “Kalau Tuhan itu membuat segalanya, kemungkinan dia berasal dari China”. Sebagai negara  besar harusnya Indonesia bisa seperti China untuk meningkatkan produktivitas negeri dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya melalui sektor industri tanpa meninggalkan faktor ramah lingkungan.

  4.  Pembangunan Pesat di Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab adalah negara kaya karena mereka mempunyai minyak bumi yang berlimpah. Dengan modal itu mereka menunjukkan keberhasilan pembangunannya pada dunia dengan membangun gedung-gedung yang spektakuler seperti menara Al-Burj dan bandara mereka di Dubai yang selalu jadi tempat singgah pesawat dari dan menuju Eropa atau Afrika. Mereka yang cuman modal minyak bumi doang bisa seperti itu, seharusnya Indonesia yang dikaruniai minyak bumi di bawah dan minyak sawit di atas serta kanan kirinya hutan, lautan dan masih banyak kekayaan alam yang lain bisa membangun negeri lebih baik dari mereka.

  5.  Tenggang Rasa di Afrika Selatan
Sebagaimana kita ketahui, Afrika Selatan dilanda konflik perbedaan ras (Apartheid) yang telah berlangsung lama. Namun dibawah pimpinan Nelson Mandela berhasil menghapuskan konflik tersebut bahkan mereka sukses menyelenggarakan Piala Dunia tahun lalu. Berbeda sekali dengan situasi di negeri ini. Kita pasti prihatin melihat setiap hari selalu saja ada kerusuhan dan keributan antar masyarakat di Indonesia. Mulai dari tawuran anak sekolahan sampai perebutan lahan Freeport di Papua. Di jaman maju seperti sekarang ini, cara-cara kekerasan udah ketinggalan jaman.

  6.  Meniru Keberanian Iran
Presiden Ahmadinejad adalah presiden idola aku. Walaupun beliau seorang presiden, namun hidupnya tetap sederhana dan bersahaja. Toh dengan hidup seperti itu, gak mengurangi kehormatannya di mata rakyatnya dan dunia. Berbeda jauh dengan di Indonesia yang sangat mementingkan pencitraan. Selain itu, Iran dengan lantang berani menentang negara adikuasa Amerika jika kebijakannya merugikan. Iran juga secara terang-terangan mengumumkan pada dunia telah memanfaatkan teknologi nuklir. Kita harusnya gak berfikiran negatif dan paranoid akan nuklir. Nuklir dimanfaatkan bukan hanya untuk senjata saja. Banyak negara maju yang udah memanfaatkan barang yang satu ini. Aku berharap dengan adanya BATAN dan ilmuwan Indonesia yang pandai-pandai bisa mengoptimalkan pemanfaatan energi yang satu ini bagi kesejahteraan rakyat.

  7.  Perkembangan Ekonomi Malaysia
Terakhir, walaupun sejujurnya aku gak suka sama negara ini (kenapa mesti Malaysiaa..??? Semoga Bung Karno gak menagis di alam kubur sana!!!). Mereka berhasil membangun fondasi ekonomi yang kokoh sehingga terhindar dari lilitan utang IMF maupun intervensi pihak asing lainnya, sehingga Malaysia berhasil melakukan peningkatan pesat di segala bidang. Tengok saja mereka kini mempunyai menara kembar Petronas, sirkuit Sepang bahkan beberapa kali mencaplok wilayah dan kebudayaan kita. Sementara di Indonesia, kota Jakarta saja saat ini masih dipusingkan bagaimana caranya menanggulangi banjir (padahal kalau kita bandingkan dengan Singapura yang cuman 1/6 wilayah Jakarta, mereka gak pernah mengalami kebanjiran kecuali kalo orang se-Sumatera ngencingin negara itu...wkwkwk).
 Demikian mimpi-mimpi aku jika terpilih jadi presiden negara ini. Semoga mimpi ini bisa terlaksana demi Indonesia yang lebih baik walaupun aku berharap bukan aku yang jadi Presidennya, karena aku gak mau jadi Presiden. Jadi Presiden di sini gak menyenangkan, harus jaim dan mementingkan pencitraan dimana-mana. Aku gak bisa nongkrong seenaknya di warung kopi,  jingkrak-jingkrak nonton konser musik atau bahkan bebas nulis blog seperti sekarang ini…...