Ragam Tulisan

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

Filosofi 4 Burung


Surabaya, 04 Desember 2011
            Laki-laki biasanya dihadapkan pada sebuah amanah yaitu pemimpin. Baik itu pemimpin dirinya sendiri hingga pemimpin dalam keluarga. Seiring dengan perjalanan usia dan khasanah pengalaman yang didapatnya, laki-laki diharapkan dapat menjadi pemimpin yang baik dan matang bagi orang-orang yang dipimpinnya. 


  
 Sesungguhnya bila dilihat dari sudut pandang pemimpin ini, saya melihat bahwa tugas sebagai seorang laki-laki sungguh teramat berat. Sebagai contoh misalnya laki-laki sebagai pimpinan rumah tangga. Dia harus bertanggung jawab atas kelangsungan hidup anggota keluarganya. Dia harus mencari nafkah, memberikan pakaian, mencarikan tempat berlindung, dsb. Mungkin berat jika kita hanya membayangkan hal yang menjadi kewajiban seorang laki-laki. Namun adalah hal penting juga, apabila laki-laki mempunyai prinsip dalam menjalankan kewajiban ke-lelakiannya.
Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan, seorang laki-laki dapat mencontoh dan menghindari perilaku dari empat jenis burung dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin. Berikut ini jenis-jenis burung yang dapat dijadikan renungan:
  1. AYAM 
Kelebihan
:
Ayam selalu bangun pagi dan berkokok untuk membangunkan yang lain. Sebagai laki-laki kita harus semangat bangun pagi mengejar rezeki
Kekurangan
:
Ayam bangun pagi, namun hal pertama yang dilakukannya adalah mencari ayam betina. Perilaku ini harusnya dihindari laki-laki
  1. MERPATI
Kelebihan
:
Siapa yang menyangsikan kesetiaan merpati. Dia akan selalu setia pada pasangannya. Laki-laki hendaknya selalu setia pada pasangannya
Kekurangan
:
Merpati selalu berkuasa atas rumahnya, bahkan apabila ada tamu datang dia akan mengusirnya. Laki-laki hendaknya menghindari perilaku ini. Cobalah untuk berbagi rezeki bersama tetangga dan menerima tamu dengan baik
  1. GAGAK
Kelebihan
:
Yang pernah menonton film Crows Zero, pasti mengetahui bagaimana keberanian tokohnya yang berkelahi dengan banyak orang. Seperti gagak, laki-laki harus berani dalam membela keluarganya dalam kebenaran tentunya
Kekurangan
:
Keberanian gagak ini hendaknya tidak disalahartikan oleh laki-laki dengan menusuk teman sendiri. Jangan menyakiti orang-orang yang lemah dan bersimpati kepada kita
  1. MERAK
Kelebihan
:
Merak merupakan jenis burung yang indah. Pejantan akan menyibakkan ekornya dan berjalan dengan anggun untuk menarik betina. Demikian juga dengan laki-laki, hendaknya dapat merawat diri agar berkesan di mata wanita
Kekurangan
:
Hal yang perlu dihindari dari merak adalah sifat sombongnya. Walaupun menarik, hendaknya kita selalu rendah hati dan menghormati siapa saja.

Akhirnya, semoga perilaku-perilaku ini dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan semoga kita akan selalu diberikan kekuatan dan kemudahan untuk dapat menjadi pemimpin yang baik. Dan apabila kita sukses memimpin, maka kesuksesan yang lain akan mengikuti, bukan???



Menggapai Ridha Allah dengan Berbakti kepada Orang Tua


Surabaya, 04 Desember 2011
            Setiap  manusia yang dilahirkan ke muka bumi ini pasti mempunyai orang tua. Mereka merupakan orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Sang Ibu yang tak mengenal lelah mendidik dan membesarkan kita, serta Sang Ayah yang bekerja membanting tulang untuk dapat memeberikan yang terbaik bagi anaknya. Oleh karena itu, bersyukurlah kita telah dikaruniakan orang tua yang menyayangi kita. Sebagai anak, seyogyanya kita dapat membalas semua kebaikan mereka. Namun, ternyata tak banyak anak yang berbakti kepada orang tuanya. Bahkan, tak sedikit anak yang tidak mau mengakui orang tuanya. Ironis memang, orang tua yang bersedia kehilangan nyawa untuk membesarkan anaknya, namun mendapatkan perlakukan yang tidak semestinya oleh darah dagingnya sendiri.

             Begitu besar jasa orang tua, hingga Allah SWT menyuruh kita untuk berbakti kepada kedua orang tua yang disebutkan dalam surat Al-Isra ayat 23-24 : “Dan Rabb-mu telah memerintahkan kpd manusia janganlah ia beribadah melainkan ha kpdNya dan hendaklah beruntuk baik kpd kedua orang tua dgn sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari kedua atau kedua-dua telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kpd kedua ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan katakanlah kpd kedua perkataan yg mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap kedua dgn penuh kasih sayg. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku saygilah kedua sebagaimana kedua menyaygiku di waktu kecil”
           




Adapun penjelasan dari ayat tersebut adalah sebagai berikut :
  A. Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua          
1
Amalan yang paling utama adalah berbakti kepada kedua orang tua. Sebagaimana hadist Rasuluillah SAW: “Amalan yang paling utama adalah sholat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua dan berjihad di jalan Allah.”
2
Ridho Allah SWT bergantung kepada ridho kedua orang tua. Dalam kaitannya berarti murka Alloh SWT bergantung juga kepada murka kedua orang tua.
3
Dengan berbakti kepada kedua orang tua, maka akan dihindarkan dari kesulitan serta diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalani hidup.
4
Berbakti kepada kedua orang tua akan diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW: “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah ia menyambung silaturahminya.”
5
Berbakti kepada kedua orang tua akan membawa kita masuk surga.

   B. Bentuk-bentuk Berbakti kepada Orang Tua                       
1
Bergaul dengan kedua orang tua dengan cara yang baik
2
Berkata kepada mereka dengan perkataan lemah dan lembut
3
Tawadhu atau rendah hati kepada mereka walaupun kita sudah sukses
4
Memberikan sebagian harta kita. Ingat harta kita adalah harta mereka juga, bukan sebaliknya
5
Mendo’akan kedua orang tua

   C. Perbuatan yang termasuk Durhaka kepada Orang Tua       
1
Menimbulkan gangguan yang akan membuat orang tua kita sedih atau sakit hati
2
Tidak memenuhi panggilan orang tua
3
Membentak orang tua
4
Pelit atau kikir terhadapa kedua orang tua
5
Menyuruh orang tua layaknya pembantu
6
Cemberut dan merendahkan orang tua
7
Menyebutkan aib kedua orang tua di depan umum
8
Lebih mentaati isteri daripada orang tua
9
Malu untuk mengakui orang tua sendiri
  D. Berbakti kepada Orang Tua ketika Mereka Telah Meninggal Dunia
1
Memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa yang kita perbuat terhadap orang tua
2
Mensholatkan dan mengantar jenazahnya ke kubur
3
Memohon ampunan bagi kedua orang tua
4
Membayarkan hutang-hutangnya
5
Melaksanakan wasiatnya yang sesuai syariat
6
Menyambung silaturahmi dengan orang-orang yang dulu menyambung silaturahmi dengan orang tua kita

Demikian beberapa penjelasan mengenai berbakti kepada orang tua. Walaupun menurut saya, semua yang kita laksanakan dalam rangka membalas kebaikan orang tua ini tidak akan pernah cukup untuk dapat membalas semua kebaikan orang tua. Seperti kata pepatah: ”Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang tangga”. Oleh karena itu sudah selayaknya apabila kita tidak pernah meremehkan orang tua, karena melalui mereka kita dapat menggapai surga. Insya Alloh....